Psikoanalisa (Sigmund Freud) dan Psikososial (Erik Erikson)
Psikoanalisa
(Sigmun Freud)
- Oral (0-18 bulan), kesenangan berpusat pada mulut
- Anal (8 bulan – 4 tahun), kesenangan pada anal
- Phallic (3 tahun – 7 tahun), tertarik pada perbedaan jenis kelamin
- Latency (5 tahun – 12 tahun)
- meningkat peran sex
- proses identifikasi pada orang tua
- persiapan berperan sebagai orang dewasa dan menjalin hubungan
- Genital (12 tahun – 20 tahun)
- Menjalin hubungan dengan hetero seksual
- Sexual pressures
Psikososial
(Erik Erikson)
Berdasarkan pada 4 konsep utama
- tahapan perkembangan
- tujuan dan tugas perkembangan
- krisis psikososial
- proses koping
Tahapan perkembangan
- basic trust vs mistrust
- autonomy vs shame & doubt
- initiative vs guilt (kesalahan)
- industri vs inferiority
- identity vs role confusion
- intimacy vc isolation
- generativity vs stagnation
- ego integrity vs despair (putus asa)
Basic Trust vs Mistrust, (Infancy, 0-1 tahun)
Pada tahap ini bayi mencari kebutuhan dasarnya seperti kehangatan, makanan dan minuman serta kenyamanan dari orang lain dengan keyakinan bahwa setiap dia membutuhkan pasti ada orang yang akan memberikan maka tumbuh pada dirinya sendiri kepercayaan (trust). Mistrust disebabkan karena inkonsistensi, ianadequate atau unsafe care.
Perilaku positif
- Kasih sayang
- Gratification (kegembiraan, kegiarangan)
- Recognition (pengakuan/penghargaan)
Autonomy Vs Shame & Doubt (Toddler, 1-3 tahun)
- motorik dan bahasa berkembang
- mulai belajar makan, berpakaian dan toilet
- orang tua yang overprotec atau terlalu tinggi pengaharapan terhadap anak akan menyebabkan anak Shame & Doubt (malu dan ragu)
- Perilaku positif: tergantung kepada orang tua tetapi memmandang diri sendiri sebagai seseorang yang merupakan bagain dari orang tua
Initiative Vs Guilt, (Preschool, 4 – 5 tahun)
- kepercayaan diri tumbuh maka anak akan memiliki isisiatif
- pengekangan menyebabkan perasaan berdosa
- Perilaku positif: menunjukan imajinasi, imitasi orang dewasa, mengetes realitas, anticipates roles (mengharapkan peran)
Industry Vs Inferiority (School age, 6 – 11 tahun)
- anak senang menyelesaikan ssesuatu dan menerima pujian
- anak tidak berhasil menyelesaikan tugasnya akan menjadi inferior
- perilaku positif: memiliki perasaan untuk bekerja atau melaksanakan tugas, mengembangkan kompetisi sosial dan sekolah, melakukan tugas yang nyata.
Identity Vs Role Confusion (Adolesence, 12 – 20 tahun)
- banyak perubahan yang terjadi pada fisik
- mencoba berperan dan apabila berhasil maka identitas akan terbangun akan tetapi apabila tidak akan terjadi kebingungan confusion
- perilaku positif: percaya pada diri sendiri (self certain), memiliki pengalaman sexual, comitmen terhadap ideologi/kepercayaan
Intimacy Vs Isolation ( Young adulthood 20 – 40 tahun)
- dewasa muda, membangun komitmen sehingga timbulah keintiman
- apabila tidak mampu membangun komitmen anak akan mengalami isolasi
- perilaku positif: menunjukan kemampuan untuk komitmen terhdap diri sendiri dan orang lain, memmiliki kemampuan untu mencintai dan bekerja
Generativity Vs Stagnantion ( Midle adulthood, 41 – 65 tahun)
- memikirkan keturunan (generasi)
- stagnasi disebabkan karena hanya memikirkan diri sendiri
- Perilaku positif: produktif dan kreatif untuk diri sendiri dan orang lain
Ego Integrity Vs Despair (Late adulthood, 65 tahun – lebih)
- apabila orang dewasa tua tidak mampu membangun integritas egonya maka ia akan mengalami putus asa
- Perilaku positif; menghargai kejadian masa lalu, sekarang dan yang akan datang, menerima siklus hidup dan gaya hidup, menerima kematian

Casino 1277167697 says:
Casino 1277167697…
Casino 1277167697…
[WORDPRESS HASHCASH] The comment’s server IP (89.248.168.40) doesn’t match the comment’s URL host IP (174.120.244.218) and so is spam.